Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fiqih

Batas Aurat Wanita Merdeka Menurut Madzhab Syafi’i

Melanjutkan dan menajamkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Batas Aurat Wanita Merdeka di Hadapan Pria Asing Menurut Madzhab yang Empat”, kali ini saya akan menulis tentang batas aurat wanita merdeka khusus menurut madzhab Syafi’i, madzhab yang paling banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia.

Sekilas di tulisan sebelumnya, saya sampaikan bahwa –menurut kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah– jumhur fuqaha menyatakan bahwa seluruh tubuh wanita merdeka merupakan aurat, kecuali wajah dan dua telapak tangan. Setelah saya cek di beberapa kitab yang ditulis oleh ulama Syafi’iyah, saya temukan pendapat madzhab Syafi’i sama dengan pendapat jumhur fuqaha.

Berikut beberapa kutipan tentang hal ini dalam kitab-kitab fiqih madzhab Syafi’i.

1. Dalam kitab المهذب في فقة الإمام الشافعي karya أبو اسحاق إبراهيم بن علي بن يوسف الشيرازي

فأما الحرة فجميع بدنها عورة إلا الوجه والكفين لقوله تعالى: {وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا} [النور: 31] قال ابن عباس رضي الله عنهما: وجهها وكفيها ولأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى المرأة في الحرام عن لبس القفازين والنقاب ولو كان الوجه والكف عورة لما حرم سترهما في الإحرام ولأن الحاجة تدعو إلى إبراز الوجه في البيع والشراء وإلى إبراز الكف للأخذ والإعطاء فلم يجعل ذلك عورة

Artinya: “Adapun wanita merdeka, maka seluruh tubuhnya merupakan aurat, kecuali wajah dan dua telapak tangan. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala: {Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak dari padanya} [an-Nuur ayat 31]. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata (mengomentari ayat ini), ‘yang dimaksud adalah wajah dan dua telapak tangannya’. Dasar lainnya adalah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita merdeka ketika ihram memakai sarung tangan dan cadar. Seandainya wajah dan telapak tangan merupakan aurat, Rasulullah tak akan melarang untuk menutupnya ketika ihram. Alasan lainnya adalah karena adanya keperluan yang menuntut seorang wanita untuk menampakkan wajah, yaitu dalam jual beli, dan menampakkan telapak tangan ketika memberi dan menerima sesuatu. Maka, wajah dan telapak tangan bukanlah aurat.”

2. Dalam kitab المجموع شرح المهذب karya أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي

وأما عورة الحرة فجميع بدنها إلا الوجه والكفين إلى الكوعين وحكى الخراسانيون قولا وبعضهم يحكيه وجها أن باطن قدميها ليس بعورة وقال المزني القدمان ليسا بعورة والمذهب الأول

Artinya: “Adapun aurat wanita merdeka adalah seluruh anggota tubuhnya, kecuali wajah dan dua telapak tangan hingga tulang pergelangan tangan. Ada satu pendapat dari penduduk Khurasan bahwa bagian bawah dari telapak kaki bukanlah aurat. Al-Muzani berpendapat bahwa dua telapak kaki bukanlah aurat. Dan pendapat yang terkuat adalah yang pertama.”

3. Dalam kitab نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج karya شمس الدين محمد بن أبي العباس أحمد بن حمزة شهاب الدين الرملي

وعورة الحرة ما سوى الوجه والكفين فيها ظهرا وبطنا إلى الكوعين لقوله تعالى {ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها} [النور: 31] قال ابن عباس وعائشة: هو الوجه والكفان ولأنهما لو كانا عورة في العبادات لما وجب كشفهما في الإحرام

Artinya: “Dan aurat wanita merdeka adalah selain wajah dan dua telapak tangan, depan dan belakangnya, hingga tulang pergelangan tangan. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala: {Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak dari padanya} [an-Nuur ayat 31]. Ibnu ‘Abbas dan ‘Aisyah (ridhwanullahi ‘alaihim) mengomentari ayat ini, ‘yaitu wajah dan dua telapak tangan’. Alasan lainnya adalah seandainya wajah dan dua telapak tangan merupakan aurat dalam ibadah, maka Rasulullah tak akan mewajibkan dibukanya keduanya ketika ihram.”

4. Dalam kitab البيان في مذهب الإمام الشافعي karya أبو الحسين يحيى بن أبي الخير بن سالم العمراني اليمني الشافعي

وأما المرأة الحرة: فجميع بدنها عورة، إلا الوجه والكفين … … … دليلنا: قوله تعالى {ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها} [النور: 31]. قال ابن عباس: (وجهها وكفاها) . وروت أم سلمة قالت: قلت: يا رسول الله، تصلي المرأة في درع وخمار، وليس عليها إزار؟ فقال: نعم إذا كان سابغا، يغطي ظُهُور قدميها

Artinya: “Adapun wanita merdeka, seluruh tubuhnya merupakan aurat, kecuali wajah dan dua telapak tangan. … …. …. Dalil kami adalah firman Allah ta’ala: {Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak dari padanya} [an-Nuur ayat 31]. Ibnu ‘Abbas (radhiyallahu ‘anhuma) mengomentari ayat ini, ‘yaitu wajah dan dua telapak tangannya’. Dan Ummu Salamah (radhiyallahu ‘anha) berkata, aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah seorang wanita shalat dengan mengenakan pakaian rumah dan kerudung saja, tanpa memakai jubah? Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, ‘Ya. Jika ia seorang yang besar pantatnya, punggung telapak kakinya harus ditutup’.”

5. Dalam kitab الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي karya أبو الحسن علي بن محمد بن محمد بن حبيب البصري البغدادي الماوردي

فالمرأة كلها عورة في الصلاة إلا وجهها وكفيها إلى آخر مفصل الكوع

Artinya: “Adapun wanita merdeka, seluruh tubuhnya merupakan aurat di dalam shalat, kecuali wajah dan dua telapak tangannya hingga persendian terakhir pergelangan tangan.”

Semoga bermanfaat dan semoga Allah menjadikan kita faqih fid diin.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén