Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Ushul Fiqih & Qawa'id Fiqhiyyah

Contoh Penerapan Kaidah “Al-Umuuru Bi Maqaashidihaa”

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Kaidah “Al-Umuuru Bi Maqaashidihaa” merupakan salah satu dari lima kaidah fiqih utama, yang diterima seluruh ulama dari madzhab fiqih yang berbeda. Makna kaidah ini adalah, setiap amal yang perlu niat maka nilai, hasil, dan kadang keabsahan amal tersebut, tergantung niat dan tujuannya. Beda niat, beda hasil.

Berikut beberapa contoh penerapan kaidah ini:

1. Ucapan “Ambillah uang ini”. JIka niatnya sebagai pemberian cuma-cuma, maka ia terkategori hibah. Jika tidak, maka ia terkategori qardh, dan wajib ada pengembalian.

2. Ucapan seorang suami pada istrinya “Engkau bagiku seperti punggung ibuku (anti ‘alayya ka zhahri ummiy). Jika niatnya zhihar, maka berlaku hukum zhihar. Jika niatnya pemuliaan, maka dianggap sebagai pemuliaan. Jika niatnya cerai, maka berlaku hukum cerai.

3. Qishash dalam pembunuhan, perlu melihat niat dari pelaku pembunuhan tersebut. Dan niat ini, bisa dilihat dari alat yang digunakan oleh pelaku, apakah memiliki sifat membunuh atau tidak. Itu jika yang dituju memang korban. Dan jika pembunuhan tersalah, maka lebih jelas lagi, ia tak diqishash.

4. Dalam kasus luqathah (barang temuan yang tercecer atau ditinggalkan pemiliknya di jalan atau semisalnya). Jika yang menemukan barang luqathah tersebut berniat menjaganya untuk nanti diserahkan ke pemilik aslinya, maka jika barang tersebut hilang atau rusak, ia tidak wajib menggantinya, kecuali jika ia lalai atau ceroboh saat menjaga atau menyimpannya.

Sedangkan jika ia mengambil barang tersebut dengan niat memilikinya, maka ia wajib menggantinya saat pemilik aslinya memintanya, meskipun barang tersebut rusak atau hilang bukan karena kelalaian atau kecerobohannya.

5. Jika seseorang menyerahkan harta ribawi pada orang lain, maka jika tujuannya adalah jual-beli, haram hukumnya kecuali serah-terima terjadi di majelis akad. Namun, jika tujuannya qardh, tidak disyaratkan serah-terima di majelis akad.

Bahan Bacaan: Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah wa Tathbiqatuha fi Al-Madzahib Al-Arba’ah, karya Syaikh Muhammad Az-Zuhaili

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Leave a Reply

Theme by Anders Norén