Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

'Ulumul Hadits

Hadits yang Diriwayatkan Oleh Ahli Bid’ah

A. Definisi Bid’ah

Bid’ah adalah perkara baru dalam agama setelah agama ini sempurna, atau hal-hal yang baru dibuat setelah masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa hawa nafsu maupun perbuatan-perbuatan tertentu (Taysir Mushthalah Al-Hadits, hlm. 94)

B. Macam-macam Bid’ah

Bid’ah terbagi menjadi dua macam:

(1) Bid’ah Mukaffirah, yaitu bid’ah yang menyebabkan orang yang melakukannya jatuh kepada kekafiran. Misalnya orang yang meyakini hal-hal yang menyebabkan kekufuran, mengingkari perkara-perkara mutawatir yang ma’lum minad diin bidh dharurah (perkara yang sangat jelas dalam agama dan diketahui oleh semua muslim), atau yang meyakini hal-hal sebaliknya yang bertentangan dengannya.

(2) Bid’ah Mufassiqah, yaitu bid’ah yang menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasiq, namun ia tidak jatuh pada kekafiran.

C. Hukum Riwayat dari Ahli Bid’ah

(1) Jika bid’ahnya menjatuhkan pelakunya pada kekufuran, maka periwayatan haditsnya tertolak.

(2) Jika bid’ahnya menjatuhkan pelakunya pada kefasiqan, dan ia masih berstatus muslim, pendapat yang shahih –menurut Ath-Thahhan–, dan merupakan pendapat mayoritas ulama, riwayatnya diterima, dengan dua syarat:

a) Ia bukanlah penyeru pada bid’ah yang ia lakukan. Artinya, ia hanya pelaku bid’ah, dan bukan da’i pada bid’ah tersebut.

b) Ia tidak meriwayatkan hal-hal yang mempromosikan atau mendukung bid’ahnya. Artinya, riwayat haditsnya yang diterima adalah hadits yang tidak berhubungan dengan hal-hal bid’ah yang biasa ia lakukan.

D. Apakah Ada Nama Khusus Bagi Hadits yang Diriwayatkan Oleh Ahli Bid’ah?

Tidak ada nama khusus bagi hadits jenis ini. Ia secara umum dimasukkan dalam hadits-hadits yang tertolak (dhaif), dan ia baru dianggap hadits maqbul (diterima) jika memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan sebelumnya.

Wallahu a’lam.

Sumber:
Taysiir Musthalah Al-Hadits, karya Mahmud Ath-Thahhan

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

1 Comment

  1. Gmn hukum_nya org yg tidak berkhilafah??
    Bukankah itu bid’ah akbar???
    Memecah belah umat???

    Mari umat Islam bersatu dlm wadah khilafatulmuslimin (khilafah alaminhaj nubuwah)
    Kunjungi http://www.khilafatulmuslimin.com
    Rahamatan lil alamin.
    Bersatu utk mengharap ridho Alloh..

    LIMA WASIAT RASULULLAH Sallallahu ‘alaihi wasallam :
    JAMA’AH, MENDENGAR, TAAT, HIJRAH DAN JIHAD DI JALAN ALLAH.
    Mereka Menyangka Bahwa Hadits Ini Untuk Jama’ah Mereka Padahal Hakikatnya Sebaliknya Menusuk Mereka Dengan Ancaman Yang Dahsyat Akan Dakwah Jama’ah Mereka.

    أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال :وأنا أّمُرُكْم بِخَمْسٍ أَللهُ أَمَرَنِى بِهِنَّ : بِاْلجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ وَ الْهِجْرَةِ وَ اْلجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ اْلجَمَاعَةِ قِيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ اْلإِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَى اَنْ يَرْجِعَ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَى اْلجَاهِلِيَّةِ فَهُوَ مِنْ جُثَاءِ جَهَنَّمَ، قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ اِنْ صَامَ وَصَلَّى ، قَالَ وَاِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ فَادْعُوا اْلمُسْلِمِيْنَ بِمَا سَمَّاهُمُ اْلمُسْلِمِيْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ * رواه أحمد والترمذي، وقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
    “Aku perintahkan kepada kamu sekalian (muslimin) lima perkara; sebagaimana Allah telah memerintahkanku dengan lima perkara itu; berjama’ah, mendengar, thaat, hijrah dan jihad fi sabilillah. Barangsiapa yang keluar dari Al Jama’ah sekedar sejengkal, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai ia kembali bertaubat. Dan barang siapa yang menyeru dengan seruan Jahiliyyah, maka ia termasuk golongan orang yang bertekuk lutut dalam Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasu lullah, jika ia shaum dan shalat?” Rasul bersabda: “Sekalipun ia shaum dan shalat dan mengaku dirinya seorang muslim, maka panggillah oleh orang-orang muslim itu dengan nama yang Allah telah berikan kepada mereka; “Al-Muslimin, Al Mukminin, hamba-hamba Allah ‘Azza wa jalla.”
    (HR.Ahmad bin Hambal dari Haris Al-Asy’ari, Musnad Ahmad:IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa Jaa’a fi matsalis Shalati wa shiyami wa shodaqoti:V/148-149 No.2263. Lafadz Ahmad)

Leave a Reply

Theme by Anders Norén