Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Ushul Fiqih & Qawa'id Fiqhiyyah

Kaidah “Al-‘Aadatu Muhakkamah”

Oleh: Muhammad Abduh Negara

1. Kaidah Al-‘Aadatu muhakkamah (العادة محكمة) merupakan salah satu kaidah fiqih yang disepakati oleh fuqaha empat madzhab, bahkan ia dimasukkan kepada salah satu dari lima kaidah fiqih utama (القواعد الخمس), yang mencakup banyak sekali cabang-cabang persoalan fiqih.

2. Makna kaidah ini adalah ‘adat (sesuatu yang berlaku dan diterima di tengah-tengah manusia, baik secara umum maupun khusus) bisa ditetapkan menjadi standar hukum atas suatu perkara, jika tidak terdapat nash tentang perkara tersebut.

3. ‘Adat atau ‘urf (sebagian ulama menganggapnya sama, sebagian lagi menganggapnya ada perbedaan di beberapa sisi), diperhatikan dalam penetapan hukum, jika memenuhi syarat, seperti: (a) Tidak menyelisihi nash syar’i atau kaidah-kaidah umum dalam Syariat, (b) Ia masih berlaku/dipakai di tengah-tengah manusia, dan beberapa syarat lainnya.

4. Hukum yang ditetapkan berdasarkan ‘adat atau ‘urf, bisa berubah jika ‘adat atau ‘urf yang berlaku di tengah-tengah manusia telah berubah.

5. Contoh berlakunya ‘adat atau ‘urf dalam penetapan hukum, adalah sahnya jual-beli mu’athah (jual-beli tanpa ijab-qabul) -menurut pendapat jumhur ulama dan ikhtiyarnya An-Nawawi-, jika hal itu sudah berlaku umum di tengah manusia, dan keridhaan antar dua orang yang berakad tetap terlihat meskipun tanpa lafazh ijab-qabul.

6. Kaidah ini, tidak berarti bisa menghalalkan yang jelas-jelas diharamkan Syariat, semisal kebolehan berpakaian terbuka aurat di depan umum, karena itu sudah menjadi kebiasaan di tengah-tengah manusia. Ini tak bisa diterima, karena ia bertentangan dengan nash dan kaidah-kaidah umum Syariat. ‘Urf yang bertentangan dengan Syariat ini disebut ‘urf fasid, dan ia tertolak.

Wallahu a’lam.

Bahan bacaan:

1. Al-Asybah wan Nazhair, karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Cet. Darul Hadits Mesir
2. Durar Al-Hukkam Syarh Majallatil Ahkam, karya Syaikh ‘Ali Haidar, Cet. Dar ‘Alam Al-Kutub Saudi Arabia
3. Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah Wa Tathbiqatuha Fi Al-Madzahib Al-Arba’ah, karya Syaikh Muhammad Az-Zuhaili, Cet. Darul Fikr Suriah
4. Tawdhih Al-Ahkam Min Bulughil Maram, karya Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al-Bassam, Cet. Ad-Dar Al-‘Alamiyyah Mesir

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén