Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Tafsir Al-Qur'an

Kelapangan Finansial Bukti Seseorang Benar-Benar Telah Menolong Agama Allah?

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Sebagian orang berdalil dengan ayat:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kaki (kedudukan) kalian.” (QS. Muhammad [47]: 7)

Kemudian berkesimpulan bahwa segala kemudahan (finansial, jodoh, dan semisalnya) yang selama ini ia dapatkan itu adalah karena kesungguhannya dalam menolong agama Allah.

Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar.

Memang, zhahir ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang menolong agama Allah, Allah akan menolongnya dan mengokohkan kaki (kedudukan)-nya. Dan ini tidaklah keliru. Walaupun konteks ayat itu lebih pada kondisi perang, sebagaimana dijelaskan Az-Zuhaili dalam At-Tafsir Al-Munir, bahwa maksud ayat ini adalah Allah akan menolong mereka atas musuh-musuh mereka di medan perang, dan akan meneguhkan kaki-kaki mereka dalam peperangan, hingga mereka meraih kemenangan dan kemuliaan, hingga kalimat Allah berada di posisi yang tertinggi.

Orang yang menolong diin Allah, Allah memang akan menolongnya di dunia dan di akhirat. Namun menyempitkan maknanya hanya pada kelapangan finansial atau kemudahan mencari jodoh, kurang tepat. Jika mereka memahami seperti ini, maka itu mirip dengan yang disebutkan Allah jalla wa ‘ala:

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ . وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Artinya: “Adapun manusia, jika Tuhannya mengujinya, lalu memuliakannya dan memberikan nikmat padanya (menguji dengan kemuliaan dan kenikmatan harta), maka ia berkata, Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezekinya (berupa harta), maka ia berkata, Tuhanku telah menghinakanku.” (QS. Al-Fajr [89]: 15-16)

Az-Zuhaili menyatakan bahwa dua ayat ini menunjukkan bahwa kekayaan, banyaknya harta, kekuasaan dan kemuliaan di sisi manusia bukanlah petunjuk bahwa Allah meridhai orang tersebut. Demikian pula kefakiran dan sedikitnya harta bukanlah petunjuk bahwa Allah murka terhadap orang tersebut.

Keduanya adalah ujian dari Allah ta’ala. Dan yang berhasil dalam ujian adalah orang yang tetap bertaqwa kepada Allah bagaimanapun keadaan dirinya.

Orang yang berlimpah hartanya, mudah mendapatkan dinar dan dirham, atau mudah meraih jodoh, jika itu kemudian membuat ia takjub pada dirinya, merasa seakan ia telah dimuliakan oleh Allah ta’ala, sekaligus takabbur, merasa lebih utama dari yang lain, maka ia hakekatnya telah gagal dalam ujian. Wal ‘iyaadzu billaah.

Juga berbahaya jika dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah tersebut membuatnya berpuas diri, merasa telah mengambil andil besar dalam menolong agama Allah, hingga tak mawas diri, tak mengevaluasi amal-amalnya, tak mau belajar dan thalabul ‘ilmi. Siapa yang tahu, jangan-jangan kemudahan-kemudahan tersebut hanyalah tipuan dan jebakan bagi dirinya. Ia pikir ia telah membawa segunung amal yang akan ia dapatkan pahalanya di akhirat, sebagaimana ia telah dapatkan di dunia, namun ternyata semua itu hangus dan tak bernilai apa-apa di sisi Penguasa Hari Pembalasan. Na’uudzu billaahi min dzaalik.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén