Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Kewajiban Menaati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam Perintah dan Larangan

Sebagian syubhat dan kekufuran pemikiran yang ditebarkan kalangan munafik liberal adalah pernyataan mereka bahwa hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tafsir Nabi terhadap Al-Qur’an yang sifatnya tidak mengikat dan temporal. Mereka ingin mengarahkan umat Islam untuk menerima desakralisasi Hadits Nabi yang berujung pada penafian Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam yang asasi setelah al-Qur’an. Jika gagasan kelompok munafik liberal ini diterima oleh umat Islam, maka hancurlah ajaran Islam, pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya.

Jika kita merujuk kepada Al-Qur’an disertai tafsirnya yang mu’tabar dan hadits-hadits shahih, kita akan menemukan gagasan kelompok munafik liberal ini sangat jauh dari ajaran Islam yang benar. Gagasan mereka tersebut hanyalah sampah. Walaupun berderet titel akademik yang ada pada mereka, mereka tak lebih dari kelompok juhalaa dan sufahaa yang membawa gagasan jahiliyah di era modern sekarang.

Bagaimanakah konsep Islam yang sesungguhnya dalam mendudukkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Pada tulisan ini akan sedikit saya paparkan.

Dalam surah al-Hasyr ayat 7, Allah ta’ala berfirman:

وما ءاتـكم الرسول فخذوه وما نهـكم عنه فانتهوا

Artinya: “Apa saja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, maka ambillah. Dan apa saja yang dilarangnya, maka tinggalkanlah.”

Imam Ibn Katsir rahimahullah, dalam kitab tafsir beliau menjelaskan makna ayat ini adalah:

مهما أمركم به فافعلوه ، ومهما نهاكم عنه فاجتنبوه ، فإنه إنما يأمر بخير وإنما ينهى عن شر

Artinya: “Jika Rasul memerintahkan sesuatu, maka lakukanlah, dan jika Rasul melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah. Sesungguhnya Rasul hanya memerintahkan kepada yang baik, dan melarang dari sesuatu yang buruk.”

Penjelasan Imam Ibnu Katsir ini pun dikuatkan oleh salah seorang faqih abad ini, Syaikh Dr. Wahbah az-Zuhaili hafizhahullah, dalam kitab tafsir beliau التفسير المنير في العقيدة والشريعة والمنهج. Beliau menulis:

ما أمركم به الرسول صلى الله عليه وسلم فافعلوه، وما منعكم عنه فاجتنبوه، فإنه إنما يأمر بخير، وإنما ينهى عن شر، فإذا أعطاكم الرسول صلى الله عليه وسلم شيئا من الفيء مثلا، فخذوه، فهو حلال، وإذا منعكم شيئا منه، فلا تقربوه، فإنه يعمل بالوحي ولا ينطق عن الهوى. والآية توجب امتثال أوامر الرسول صلى الله عليه وسلم ونواهيه أيضا

Artinya: “Apa saja yang diperintahkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kalian, maka kerjakanlah. Dan apa saja yang dilarang oleh beliau, maka jauhilah. Sesungguhnya Rasul hanya memerintahkan kepada yang baik, dan melarang dari sesuatu yang buruk. Maka, sebagai contoh, jika Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian harta fai kepada kalian, maka ambillah harta tersebut, ia halal untuk kalian. Dan jika Rasul melarang kalian dari sebagian harta fai tersebut, maka janganlah kalian dekati harta tersebut. Sesungguhnya Rasul melakukan sesuatu berdasarkan wahyu, dan beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Ayat ini mewajibkan untuk mematuhi perintah dan larangan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Surah al-Hasyr ayat 7 ini pun dikuatkan oleh pernyataan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam Kitab al-Jami’ ash-Shahih, Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits sebagai berikut:

حدثنا إسماعيل ، حدثني مالك ، عن أبي الزناد ، عن الأعرج ، عن أبي هريرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : دعوني ما تركتكم ، فإنما أهلك من كان قبلكم سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم ، فإذا نهيتكم عن شيء فاجتنبوه ، وإذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم

Artinya: “Isma’il telah menyampaikan kepada kami, Malik telah menyampaikan kepadaku, dari Abu Zinad, dari al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Biarkanlah apa yang kubiarkan bagi kalian. Sesungguhnya telah binasa umat-umat sebelum kalian karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka. Maka, jika aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah sesuatu tersebut. Dan jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka lakukanlah semampu kalian.’” [Hadits no 7288. Saya menggunakan Kitab Shahih Bukhari (ebook­-nya disediakan oleh waqfeya.com) terbitan al-Maktabah as-Salafiyah, Kairo dengan muhaqqiq Syaikh Muhibbuddin al-Khathib.]

Hadits yang semakna dengan hadits di atas juga diriwayatkan oleh Imam Muslim di kitab shahih beliau. Berikut haditsnya:

وحدثني زهير بن حرب ، حدثنا يزيد بن هارون ، أخبرنا الربيع بن مسلم القرشي ، عن محمد بن زياد ، عن أبي هريرة ، قال : خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال : أيها الناس قد فرض الله عليكم الحج ، فحجوا ، فقال رجل : أكل عام يا رسول الله ؟ فسكت حتى قالها ثلاثا ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لو قلت نعم لوجبت ، ولما استطعتم ، ثم قال : ذروني ما تركتكم ، فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم ، فإذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم ، وإذا نهيتكم عن شيء فدعوه

Artinya: “Zuhair ibn Harb telah menyampaikan kepadaku, Yazid ibn Harun telah menyampaikan kepada kami, ar-Rabi’ ibn Muslim al-Qurasyiy telah mengabarkan kepada kami, dari Muhammad ibn Ziyad, dari Abu Hurairah, beliau berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkhutbah di hadapan kami, ketika itu beliau bersabda: ‘Wahai manusia, sungguh Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.’ Kemudian seorang laki-laki bertanya, ‘Apakah setiap tahun wahai Rasulullah?’ Rasulullah diam, hingga laki-laki tersebut berkata sampai tiga kali, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Kalau kukatakan ya, maka akan diwajibkan. Lakukanlah semampu kalian saja.’ Kemudian beliau bersabda lagi: ‘Biarkanlah apa yang kubiarkan bagi kalian. Sesungguhnya telah binasa umat-umat sebelum kalian karena banyaknya pertanyaan dan perselisihan mereka dengan nabi-nabi mereka. Jika aku memerintahkan sesuatu, maka lakukanlah sesuatu tersebut semampu kalian, dan jika aku melarang dari sesuatu, maka tinggalkanlah.’” [Hadits no 1337. Untuk hadits ini saya menggunakan software al-Maktabah asy-Syamilah.]

Dari pemaparan tafsir dan hadits di atas, sangat jelas bahwa Islam telah menetapkan perintah dan larangan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kedudukan yang tinggi, dan mewajibkan umat Islam untuk menaatinya. Perkataan Rasul wajib diterima, sedangkan perkataan manusia lain yang bertentangan dengan perkataan Rasul wajib ditolak.

Demikian, semoga Allah ta’ala menguatkan kaki kita di jalan yang lurus, yaitu Diinul Islam, dan menolong kita agar tak terperdaya oleh syubhat-syubhat kelompok munafik liberal, para pengikut hawa nafsu.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén