Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fawaid Fiqhiyyah

Makna Kaidah “Laa Ijtihada Ma’a An-Nash”

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Maksud “nash” dalam kaidah لا اجتهاد مع النص, bukanlah dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah secara umum. Yang dimaksud dengan “nash” pada kaidah ini adalah “dalil qath’i (baik tsubut maupun dalalahnya) yang tidak ada tempat untuk ijtihad di dalamnya”.

Sedangkan pada perkara yang terdapat nash (Al-Qur’an dan As-Sunnah), namun tidak qath’i (baca: zhanni) baik tsubut (sumber dalilnya) maupun dalalahnya (kandungan makna yang ditunjukkannya), atau perkara yang tidak terdapat nash yang membahasnya, maka ia boleh berijtihad padanya.

Qath’i: pasti atau tidak membuka ruang kekeliruan atau kemungkinan berbeda.

Zhanni: kemungkinan kuat benar tapi mengandung kemungkinan keliru atau terbuka peluang untuk dilihat dari sudut pandang berbeda.

Karena itu, jika anda membaca satu tulisan, tentang hukum satu perkara, kemudian disebutkan dalil (baik Al-Qur’an dan As-Sunnah) di dalamnya, jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan bahwa itu kebenaran mutlak. Lalu ketika anda menemukan pendapat aimmah (para ulama mu’tabar) berbeda dengan tulisan tersebut, jangan terburu-buru mengatakan, “kita ikut dalil, bukan pendapat manusia”, atau “tidak ada ijtihad saat ada nash”.

Pastikan dulu bahwa dalil yang dikemukakan tersebut tepat untuk perkara tersebut, juga cek tsubut dan dalalah-nya, qath’i atau zhanni.

Kalau anda tak paham sama sekali bahasan qath’i-zhanni dan tsubut-dalalah ini, maka sudah saatnya anda lebih banyak diam. Diamnya anda pada perkara yang anda tak pahami betul-betul, tak tercela. Sebaliknya, memilih berani bicara pada perkara yang anda tak memiliki ilmu tentangnya, adalah hal yang tercela.

Catatan:
Ini Faidah dari mudzakarah ‘ilmiyyah tim Ma’had Al-Mubarak Banjarmasin via zoom, mengkaji makalah berjudul “Al-Ijtihad Al-Jama’i wa Ahammiyatuhu Fi Muwajahati Musykilat Al-‘Ashr”

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Leave a Reply

Theme by Anders Norén