Makna Rahmatan Lil ‘Aalamiin, Antara Pluralisme dan Islam

Mungkin Anda juga menyukai

4 Respon

  1. Februari 15, 2013

    […] Sebagai contoh, makna rahmatan lil ‘aalamiin yang disandingkan dengan Islam –menjadi Islam rahmatan lil ‘aalamiin– sering dimaknai oleh kalangan liberal sebagai Islam yang sangat toleran, anti kekerasan (termasuk kekerasan pemikiran), dan tidak formalistik. Frase Islam rahmatan lil ‘aalamiin ini mereka ambil dari al-Qur’an surah al-Anbiyaa’ ayat 107. Benarkah pemahaman kalangan liberal ini? Silakan baca tulisan saya yang berjudul ‘Makna Rahmatan Lil ‘Aalamiin, Antara Pluralisme dan Islam‘. […]

  2. April 19, 2013

    […] Konsep lain yang juga menunjukkan tidak rasionalnya pemikiran JIL dan kawan-kawannya adalah tentang rahmatan lil ‘aalamiin. Untuk sedikit memahami kekeliruan fatal konsep rahmatan lil ‘aalamiin­­-nya kalangan liberal, silakan baca tulisan saya yang berjudul “Makna Rahmatan Lil ‘Aalamiin, Antara Pluralisme dan Islam“. […]

  3. Desember 4, 2013

    […] Konsep lain yang juga menunjukkan tidak rasionalnya pemikiran JIL dan kawan-kawannya adalah tentang rahmatan lil ‘aalamiin. Untuk sedikit memahami kekeliruan fatal konsep rahmatan lil ‘aalamiin­­-nya kalangan liberal, silakan baca tulisan saya yang berjudul “Makna Rahmatan Lil ‘Aalamiin, Antara Pluralisme dan Islam“. […]

  4. Desember 6, 2013

    […] Sebagai contoh, makna rahmatan lil ‘aalamiin yang disandingkan dengan Islam –menjadi Islam rahmatan lil ‘aalamiin– sering dimaknai oleh kalangan liberal sebagai Islam yang sangat toleran, anti kekerasan (termasuk kekerasan pemikiran), dan tidak formalistik. Frase Islam rahmatan lil ‘aalamiin ini mereka ambil dari al-Qur’an surah al-Anbiyaa’ ayat 107. Benarkah pemahaman kalangan liberal ini? Silakan baca tulisan saya yang berjudul ‘Makna Rahmatan Lil ‘Aalamiin, Antara Pluralisme dan Islam‘. […]