Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Nahi Munkar Tak Boleh Melahirkan Kemungkaran yang Lebih Besar

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Nahi munkar adalah sebuah kewajiban, fardhu kifayah hukumnya. Namun para ulama memberi ketentuan, aktivitas nahi munkar tak boleh melahirkan kemungkaran yang lebih besar.

Sebagai contoh, jika ada sekelompok pemuda yang meminum khamr, maka kewajiban bagi yang melihatnya melakukan aktivitas nahi munkar, mencegah dan melarang mereka minum khamr, semampunya. Kewajiban ini harus dilakukan, dengan tangan, atau dengan lisan, dan terakhir dengan hati, sesuai kemampuannya.

Namun jika aktivitas nahi munkar ini diduga dan berpotensi kuat (zhann) melahirkan kemungkaran yang lebih besar, semisal pembunuhan atau perusakan rumah dan harta benda orang-orang di sekitar para pemuda pemabuk tersebut, karena jumlah mereka cukup besar atau punya ‘backing’ orang kuat, maka pada kondisi ini nahi munkar tidak dilakukan.

Bukan total menyerah dan membiarkan mereka mabuk, tapi perlu mencari cara yang lebih baik, yang diduga kuat tidak akan melahirkan kemungkaran yang lebih besar.

Jika ia memaksakan diri melakukan nahi munkar dengan caranya, yang berpotensi cukup besar melahirkan kemungkaran yang lebih besar, maka yang ia lakukan ini bukan kebaikan.

Jika ia berargumen, kewajiban saya kan nahi munkar, masalah dampak yang terjadi itu bukan tanggung jawab saya. Yang membunuh dan merusak rumah dan mengambil harta orang lain itu kan para pemuda pemabuk itu, bukan saya. Maka orang seperti ini tak faqih dan tak berilmu dalam urusan nahi munkar, dan amal tanpa ilmu tertolak.

Wallahu a’lam.

Catatan: Silakan terapkan konsep yang saya tulis ini, pada perkara-perkara yang jauh lebih besar.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén