Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Pentingnya Manhaj yang Lurus dalam Memahami Diinul Islam

Oleh: Abu Furqan Al-Banjari

Saat membaca pembahasan tentang Islam Rahmatan lil ‘Alamin di buku “Deradikalisasi Pemahaman Al-Qur’an & Hadis” karya Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, saya tak bisa menutupi keheranan saya atas tulisan sang profesor.

Alih-alih merujuk pada ahli tafsir mu’tabar atau imam-imam yang menjadi rujukan ulama kaum muslimin, dalam memahami secara utuh makna Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, beliau malah mengambil rujukan dari Arkoun, Izutsu, Richard C. Martin dan Fazlur Rahman. Tak ketinggalan, nama Nurcholish Madjid, dedengkot Islam liberal di Indonesia juga dijadikan acuan. Yang agak mending, mungkin hanya Quraisy Syihab, itupun bukan tanpa masalah. Aktivis Islam tentu tahu ‘ketergelinciran parah’ beliau dalam beberapa tema.

Dengan rujukan seperti di atas, tentu kita tahu bagaimana bangunan pemikiran beliau. Isi buku tersebut sebenarnya tak sepenuhnya keliru -sependek yang saya ketahui-, namun manhaj beliau dalam mengambil rujukan ini yang bermasalah. Jika yang dirujuk adalah kafir orientalis atau ‘ngaku muslim tapi liberal’, kita tak yakin pemahaman Islamnya bisa selamat dari penyimpangan parah.

Ini patut kita jadikan pelajaran, belajar Islam itu ada metodenya, ada juga rujukannya yang mu’tabar. Ikutilah metode tersebut, rujuklah ahli ilmu yang lurus manhajnya, dan diakui luas keilmuannya, insyaAllah kita bisa selamat dari ‘salah pikir’ dan ‘sesat pikir’.

Turunan dari hal ini juga, kita harus menghindari belajar Islam dari orang-orang yang hanya bermodal semangat tinggi, namun sangat minim ilmu, serta sering berbicara tanpa ilmu. Mereka tak layak dijadikan rujukan.

Jika kita menjadikan mereka rujukan, apalagi rujukan utama, kita tak akan pernah benar-benar sampai pada pemahaman Islam yang syamil dan kamil, menyeluruh dan sempurna. Kita tak akan menemukan ruh mafahim Islam pada mereka.

Wallahu a’lam bish shawab.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén