Umat Islam Adalah Umat yang Pertengahan

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari menyatakan bahwa makna ‘wasathan’ adalah bagian yang berada di antara dua sisi. Dan Allah menyifati umat ini sebagai ‘ummatan wasathan’ karena sikap pertengahan mereka dalam agama.

Mereka bukanlah ‘ahlu ghuluw’, kelompok yang melampaui batas, sebagaimana ghuluw-nya orang-orang nashara dalam kerahiban dan melampaui batasnya mereka dalam berbicara tentang ‘Isa ‘alaihis salam.

Umat ini juga bukan ‘ahlu taqshir’, kelompok yang suka mereduksi ajaran agama, sebagaimana orang-orang Yahudi yang mengubah kitab Allah, membunuh Nabi-nabi mereka, serta kafir dan mendustakan Tuhan mereka.

Umat ini adalah kelompok yang tawassuth dan i’tidal, bersikap pertengahan. Dan Allah menyifati mereka dengan ini, karena perkara yang paling dicintai oleh Allah adalah pertengahannya.

Sumber: Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya Ibn Jarir ath-Thabari, Surah al-Baqarah ayat 143.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Pemimpin Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin; Pengelola Situs abufurqan.net, Tsaqafah.Com, dan Fiqih-Islam.Com
Abu Furqan Al-Banjary

Latest posts by Abu Furqan Al-Banjary (see all)

You may also like...