Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Ancaman Rasulullah Terhadap Penguasa yang Menzhalimi dan Menipu Rakyatnya

Ada banyak ayat al-Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mewajibkan kita untuk taat kepada apa saja yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan apa saja yang dilarang oleh beliau. Bahkan, dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Allah ‘azza wa jalla menafikan keimanan seseorang yang tidak menerima keputusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap dirinya.

فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا فى أنفسهم حرجا مما قضيت و يسلموا تسليما

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim (pengambil keputusan) terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (TQS. An-Nisa: 65)

Ayat ini mencakup semua keputusan Rasul, baik saat beliau masih hidup ataupun ketika beliau telah wafat, yaitu apa saja yang terdapat dalam hadits-hadits yang maqbul. Semoga kita tidak termasuk penentang perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sesuai dengan judul, dalam postingan kali ini saya akan memuat beberapa hadits shahih dan hasan yang mengancam para penguasa yang menzhalimi, menyusahkan dan menipu rakyatnya. Semoga hadits-hadits ini bisa menjadi peringatan bagi para penguasa khususnya dan seluruh umat Islam pada umumnya. Waffaqallahu lana wa lil muslimin…

Hadits Pertama:

وَعَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه قَالَ  سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اَللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ

Artinya: “Ma’qil Ibnu Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat lalu ia mati pada hari kematiannya ketika ia menipu rakyatnya Allah pasti akan mengharamkannya masuk surga.’”

Takhrij hadits: Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab al-Ahkam juz 4 hal 235 dan diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab al-Iman juz 1 hal 88 (dikutip dari catatan kaki kitab Bulugh al-Maram Min Adillah al-Ahkam hal 606 hadits no. 1517)

Hadits Kedua:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ

Artinya: “’Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ya Allah, barangsiapa menguasai salah satu urusan umatku lalu menyusahkan mereka maka berilah kesusahan padanya.’”

Takhrij hadits: Diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab al-Imarah juz 6 hal 159 (dikutip dari catatan kaki kitab Bulugh al-Maram Min Adillah al-Ahkam hal 606 hadits no. 1518)

Hadits Ketiga:

وَعَنْ أَبِي صِرْمَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَللَّهُ وَمَنْ شَاقَّ مُسْلِمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ

Artinya: “Abu Shirmah radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa menyengsarakan seorang muslim Allah akan menyengsarakan dirinya dan barangsiapa menyusahkan seorang muslim Allah akan menimpakan kesusahan kepadanya.’”

Takhrij hadits: Diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dalam kitab al-Aqdhiyah juz 3 hal 315 dan diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi dalam kitab al-Birr juz 3 hal 223. Imam at-Tirmidzi menghasankan hadits ini (dikutip dari catatan kaki kitab Bulugh al-Maram Min Adillah al-Ahkam hal 610 hadits no. 1529)

Masih banyak hadits yang ada di kitab-kitab hadits mu’tabar yang mengecam para penguasa zhalim yang sering menyusahkan dan menipu rakyatnya. Namun tiga hadits diatas sudah cukup sebagai muhasabah dan peringatan keras bagi para penguasa yang suka menzhalimi, menyusahkan dan menipu rakyat. Bahkan dalam hadits pertama disebutkan bahwa Allah mengharamkan para penguasa yang menipu rakyatnya untuk masuk surga. Na’udzubillah min dzalik.

Semoga Allah menyadarkan para penguasa negeri ini yang telah melakukan berbagai kezhaliman terhadap rakyat. Pajak yang dibebankan penguasa terhadap rakyat adalah kezhaliman. Harga yang tinggi yang dibebankan penguasa terhadap rakyat atas fasilitas listrik, air dan bbm (yang sebenarnya adalah milik umat) merupakan kezhaliman. Inflasi yang mengakibatkan rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya -disebabkan salah urus penguasa di bidang ekonomi- merupakan kezhaliman. Dan semua kezhaliman tersebut ternyata dibumbui dengan kata-kata manis yang faktanya adalah penipuan terhadap rakyat. Penguasa negeri ini adalah penguasa yang menzhalimi, menyengsarakan, menyusahkan dan menipu rakyatnya. Semoga sebelum kematian mereka, mereka sempat bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén