Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Khilaf Fiqih

Apa Hukum Berkumur dan Memasukkan Air ke Hidung Saat Berwudhu?

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Ada tiga pendapat ulama dalam hal ini, yaitu:

1. Keduanya sunnah dalam wudhu, tidak wajib. Ini adalah pendapatnya Malik, asy-Syafi’i dan Abu Hanifah.
2. Keduanya fardhu dalam wudhu. Ini adalah pendapat Ibn Abi Laila dan sekelompok pengikut Dawud azh-Zhahiri.
3. Memasukkan air ke hidung hukumnya fardhu, sedangkan berkumur hukumnya sunnah. Ini adalah pendapat Abu Tsaur, Abu ‘Ubaidah dan sekelompok Ahluzh Zhahir.

Apa penyebab perbedaan pendapat ini?

1. Perbedaan memahami fungsi Hadits yang menyebutkan tentang berkumur dan memasukkan air ke hidung, apakah ia dianggap bertentangan dengan ayat al-Qur’an yang menyebut Kaifiyat wudhu (yang terbatas pada membasuh wajah, tangan dan kaki serta mengusap kepala), atau tidak.

Yang menganggapnya bertentangan, mereka mengalihkan makna hadits tersebut dari fardhu menjadi sunnah, sehingga ayat al-Qur’an dan Hadits tersebut tidak bertentangan. Yang fardhu adalah yang disebutkan dalam al-Qur’an, sedangkan yang dari Hadits berarti sunnah hukumnya.

Yang menganggapnya tidak bertentangan, mereka menyatakan bahwa zhahirnya Hadits tersebut menunjukkan makna fardhu. Menurut mereka, kaifiyat dalam ayat wudhu tidaklah membatasi yang fardhu hanya yang disebutkan di sana.

2. Yang menganggap Hadits tentang berkumur dan memasukkan air ke hidung tidak bertentangan dengan ayat al-Qur’an pun terbagi menjadi dua pendapat. Ada yang menganggap berkumur dan memasukkan air ke hidung sama-sama fardhu, walaupun Hadits tentang berkumur dinukil dari perbuatan Nabi, bukan perintah beliau, sedangkan Hadits tentang memasukkan air ke hidung berdasarkan perintah langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut mereka kedudukan ‘fi’lun Nabiy’ dan ‘amrun Nabiy’ sama saja.

Sedangkan yang menganggap kedudukan af’al Nabi dan aqwal beliau berbeda, menyatakan bahwa af’al Nabi dihukumi sunnah, sedangkan aqwal atau perintah Nabi dihukumi fardhu. Jadi, berkumur hukumnya sunnah, sedangkan memasukkan air ke hidung hukumnya fardhu.

Rujukan:
Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, Juz 1 Hal. 17.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Comments are Closed

Theme by Anders Norén