Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Belajar Fiqih dari Yusuf Al-Qaradhawi

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Ibnu Hazm Azh-Zhahiri adalah salah satu fuqaha tersohor yang pernah dimiliki umat Islam, yang cukup kontroversial, baik dari sisi madzhab yang beliau pilih maupun cara beliau berdebat dengan ulama lain. Sebagian ulama jelas-jelas menolak mengakui pendapat Ibn Hazm dan ahluzh zhahir secara umum sebagai pendapat yang mu’tabar. Namun sebagian fuqaha lain tetap mengakuinya, bahkan memuji.

Namun uniknya, bahkan sebagian ulama dan masyayikh yang tak menganggap pendapat Ibnu Hazm mu’tabar, tetap menganjurkan para pelajar fiqih untuk menelaah karya beliau, Al-Muhalla, untuk meningkatkan kemampuan dan melatih nalar fiqih sang pelajar. Ini tentu tak lain karena, karya beliau memang kaya dengan kedalaman fiqih, yang sayang sekali jika dilewatkan.

Nah, di era kontemporer sekarang, salah satu sosok yang juga dianggap kontroversial mungkin adalah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi. Bagi murid dan pengagumnya, beliau adalah faqih mujtahid yang keluasan dan kedalaman ilmunya bagaikan samudera. Sedangkan bagi pembenci beliau, beliau hanyalah fitnah besar bagi umat Islam di masa ini.

Pendapat-pendapatnya unik, sosoknya pun unik. Beliau punya pengagum dari berbagai kalangan, sekaligus punya banyak pembenci. Beliau berseteru dengan sebagian masyayikh Al-Azhar, tapi banyak juga dari mereka yang tetap menghormati dan mengakui keilmuan beliau. Beliau sering sekali beda pandangan dengan masyayikh Saudi dan Salafi secara umum, tapi tetap banyak yang memberi pengakuan atas ilmu beliau.

Beliau Azhari, namun pengagum Ibnu Taimiyyah. Bahkan beliau menyatakan sependapat dengan Ibnu Taimiyyah dalam bahasan ta’wil Ayat Shifat (sebagaimana beliai sebutkan di kitab Al-Madkhal Li Dirasah As-Sunnah An-Nabawiyyah). Sekaligus beliau tak menyesatkan Asy’ariyyah bahkan mengakui kebanyakan ulama bermadzhab Asy’ariyyah. Beliau menjadi rujukan kalangan harakah (terutama IM), namun beliau keluar dari IM karena ingin menjadi ulama untuk seluruh umat Islam.

Sayangnya, sebagian orang yang buta, ikut membenci dan mencela beliau, tanpa pernah paham kadar ilmu beliau. Ikut menyesatkan, padahal satu karya beliau pun tak pernah dibaca. Merendahkan keilmuan beliau, padahal ilmu dasar pun tak ia pahami dengan baik.

Padahal bagi yang membaca karya-karya beliau, sekaligus membaca penilaian para pakar yang inshaf, akan menyadari betapa berharganya karya-karya beliau. Sayang sekali jika diabaikan, terutama bagi pelajar fiqih. Apalagi ikut merendahkan tanpa dasar, sekadar ikut-ikutan saja.

Bahkan, jika pun tak ingin mengikuti pendapat-pendapat beliau, minimal jadikanlah karya-karya beliau sebagai bacaan pengayaan, untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan nalar fiqih kita. Agar kita paham, bahwa fiqih itu wilayah kajiannya sangat luas, tak sekaku yang mungkin anda terima dari ustadz anda atau dari kelompok yang anda ikuti.

Wallahu a’lam.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén