Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fiqih Hadits & Khilaf Ulama

Berbicara Saat Khatib Sedang Khutbah Jum’at, Adakah Ikhtilaf Ulama Padanya?

Oleh: Abu Furqan Al-Banjari

Di kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah (35/116-118) dinyatakan bahwa jumhur fuqaha, yaitu kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah, Hanabilah dan Syafi’iyyah dalam qaul qadimnya menyatakan bahwa haram hukumnya bagi yang hadir shalat jum’at berbicara saat khatib sedang khutbah. Mereka berdalil dengan firman Allah ta’ala, “wa idzaa quri-a l-qur’aanu fastami’uu lahu wa-anshituu”, dan juga hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim, “idzaa qulta li-shaahibika yawma l-jumu’ati anshit wal-imaamu yakhthubu faqad laghawta”.

Firman Allah, “wa idzaa…” menurut mayoritas mufassir turun berkaitan dengan khutbah jum’at, dan khutbah disebut dengan Al-Qur’an karena salah satu isi khutbah adalah pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Dan hadits, “idzaa qulta…” menunjukkan bahwa yang berbicara saat khutbah telah melakukan al-laghw, dan al-laghw adalah dosa.

Namun, berbeda dengan jumhur fuqaha, asy-Syafi’i dalam qaul jadidnya, dan Ahmad dalam riwayat yang lain, menyatakan bahwa tidak haram berbicara saat khatib sedang khutbah, dan inshaat (diam sembari memperhatikan dan mendengarkan khutbah) hukumnya sunnah.

Mereka berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah tentang seorang laki-laki yang datang kemudian bertanya kepada Rasulullah, “Matas saa’ah?”, padahal saat itu Rasul sedang khutbah jum’at. Rasul tidak melarangnya bertanya bahkan meladeninya, ini mau tidak mau menunjukkan bahwa inshaat dalam khutbah jum’at tidak wajib.

Juga hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, tentang seorang laki-laki yang meminta Rasul berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan, sedangkan saat itu Rasul sedang khutbah jum’at. Demikian juga terdapat atsar yang diriwayatkan oleh Muslim, tentang teguran ‘Umar ibn al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu kepada ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu yang terlambat datang untuk shalat jum’at, dan kemudian ‘Utsman menjawab teguran ‘Umar tersebut. Saat itu ‘Umar sedang khutbah jum’at. Riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa berbicara saat khutbah jum’at tidak haram hukumnya.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén