Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Tazkiyatun Nafs

Bersegera Melaksanakan Syariah

Seorang muslim sejati tidak akan menunda-nunda pelaksanaan kewajiban dari Allah yang di-taklif-kan kepadanya. Inilah karakter muslim sejati yang telah diteladankan oleh generasi terbaik umat ini, yaitu para shahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in.

Sebelum kita membaca keteladanan para shahabat radhiyallahu ‘anhum tentang hal ini, mari kita simak firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut.

وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموت والأرض أعدت للمتقين

Artinya: “Dan bersegeralah kalian pada ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 133)

Menurut Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu, tafsir ‘wa saari’uu ilaa maghfiratin(m) min(r) rabbikum’ adalah ‘bersegeralah untuk takbiratul ihram bersama imam (dalam shalat)’. Menurut ‘Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu maksudnya adalah ‘bersegeralah dalam melaksanakan berbagai kewajiban’. Menurut ‘Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu maksudnya adalah ‘bersegeralah kepada keikhlasan’. Ada juga penafsiran-penafsiran lain yang diajukan para ulama. Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini bersifat umum dan mencakup semua tafsir yang telah disebutkan (silakan lihat al-Jaami’ li Ahkam al-Qur’an Juz 5 hal 313). Dari sini bisa kita pahami, ayat ini berisi perintah kepada kita umat Islam untuk bersegera melaksanakan segala ketaatan kepada Allah ta’ala.

Berikut beberapa riwayat keteladanan dari para shahabat:

قال رجل للنبي صلى الله عليه وسلم يوم أحد : أرأيت إن قتلت فأين أنـا؟ قال : في الجنة ، فألقى تمرات في يده ثم قاتل حتى قتل

 Artinya: “Seorang laki-laki (shahabat) bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada perang Uhud, ‘Tahukah engkau di mana tempatku jika aku terbunuh?’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Di surga’. Mendengar jawaban tersebut, laki-laki itu serta-merta melemparkan buah kurma yang ada di tangannya, kemudian ia terjun ke medan perang hingga terbunuh.” (HR. Bukhari [4046])

عن عائشة قالت يرحم الله نساء المهاجرات الأولى لما أنـزل الله – وليضربن بخمرهن على جيوبهن – شققن مروطهن فاختمرن بها

Artinya: “Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, ‘Semoga Allah merahmati kaum wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya [Dan hendaklah mereka mengenakan kain kerudung mereka hingga kerah baju mereka (an-Nuur ayat 31)]. Kaum wanita tersebut merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan menutup kepala mereka dengannya’.” (HR. Bukhari [4758])

عن أنس بن مالك قال كنت أسقي أبا طلحة الأنصاري و أبا عبيدة بن الجراح و أبي بـن كعب شرابا من فضيخ وهو تمر فجاءهم آت فقال إن الخمر قد حرمت فقال أبو طلحة يا أنس قم إلى هذه الجرار فاكسرها قـال أنس فقمت إلى مهراس لنا فضربتها بأسفله حتى انكسرت

Artinya: “Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, ‘Suatu hari aku memberi minum perasan kurma (termasuk khamr) kepada Abu Thalhah al-Anshari, Abu ‘Ubaidah ibn al-Jarrah dan Ubay ibn Ka’ab (radhiyallahu ‘anhum). Kemudian ada seseorang yang datang dan berkata, ‘Sesungguhnya khamr telah diharamkan’, Maka Abu Thalhah berkata, ‘Wahai Anas, berdirilah dan pecahkanlah kendi (tempat perasan kurma) itu!’. Maka aku pun berdiri mengambil tempat menumbuk biji-bijian milik kami, lalu memukul kendi itu pada bagian bawahnya hingga kendi itu pecah’.” (HR. Bukhari [7253])

Masih banyak riwayat dari para shahabat dan pembesar umat Islam lainnya yang menunjukkan bersegeranya mereka dalam melakukan berbagai kebaikan dan ketaatan kepada aturan Allah ta’ala. Semoga kita mampu mengikuti keteladanan mereka. Wallaahul muwaffiq ilaa aqwaamith thariiq.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Comments are Closed

Theme by Anders Norén