Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Hadits

Bersegeralah Beramal Shalih

Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya telah sangat banyak mengajarkan kita untuk bersegera beramal shalih. Jangan pernah menunda untuk beramal shalih. Kali ini saya ingin menyampaikan salah satu hadits yang berkaitan dengan hal ini. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kitab Sunan beliau no. 2228, beliau berkata hadits ini hasan gharib (silakan cek di lidwa.com).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بادروا بالأعمال سبعا هل تنتظرون إلا فقرا منسيا أو غنى مطغيا أو مرضا مفسدا أو هرما مفندا أو موتا مجهزا أو الدجال فشر غائب ينتظر أو الساعة فالساعة أدهى و أمر

Artinya: “Bersegeralah kalian beramal shalih sebelum datangnya 7 hal, tidaklah kalian menunggu selain kefakiran yang membuat lupa, kekayaan yang melampaui batas, penyakit yang merusak, masa tua yang melemahkan, kematian yang menyergap tiba-tiba, menunggu dajjal padahal ia adalah seburuk-buruknya yang ditunggu, atau menunggu datangnya kiamat padahal kiamat adalah sesuatu yang sangat berat dan menakutkan.

Ini adalah peringatan yang sangat jelas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tidak menunda-nunda beramal shalih. Jika kita menunda-nunda, maka sebenarnya kita hanya menunggu:

1. Kefakiran yang membuat lupa. Dalam kondisi ini, amal shalih akan semakin sulit untuk dilakukan, karena kita akan disibukkan dengan mencari sesuap nasi.

2. Kekayaan yang melampaui batas. Dengan kondisi seperti ini, kita akan lupa Tuhan.

3. Penyakit yang merusak. Ini adalah alasan yang mudah untuk tak mau beramal shalih.

4. Masa tua yang melemahkan. Jika ada yang berencana beramal shalih setelah berusia tua, maka sadarilah bahwa tua itu cenderung melemahkan. Jika di usia muda kita tak terbiasa beramal shalih, maka di usia tua kita akan semakin malas untuk beramal shalih.

5. Kematian yang menyergap tiba-tiba. Siapa yang tahu kapan dia akan menemui kematian?

6. Dajjal. Mau menunggu dajjal baru beramal shalih? Yang terjadi malah Anda akan mendapatkan fitnahnya. Na’udzubillahi min fitnatid dajjal.

7. Kiamat. Wallahi, kiamat adalah kondisi yang paling berat, apakah Anda siap menemui kondisi yang berat tersebut?

Mari kita beramal shalih –sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah- sebelum salah satu atau beberapa kondisi diatas menemui kita.

Abu Furqan al-Banjary

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Comments are Closed

Theme by Anders Norén