Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Ushul Fiqih

Bolehkah Non-Mujtahid Berfatwa?

Ibn Qayyim al-Jauziyah menyatakan ada 3 pendapat dalam hal ini, yaitu:

1. Seorang muqallid tidak boleh berfatwa, karena ia tidak memiliki ilmu, dan fatwa tanpa ilmu hukumnya haram. Tidak ada perbedaan di kalangan manusia bahwa taqlid itu artinya tidak ada ilmu, dan seorang muqallid bukanlah orang yang alim. Pendapat ini dikemukakan oleh kebanyakan ashhab beliau (maksudnya ulama Hanabilah) dan pendapat jumhur ulama Syafi’iyah.

2. Boleh seorang muqallid berfatwa untuk dirinya sendiri, dan tidak boleh berfatwa untuk orang lain. Ini adalah pendapat Ibn Baththah dan selainnya dari kalangan Hanabilah.

3. Seorang muqallid boleh berfatwa jika ada keperluan tertentu dan di sana tidak ada seorang alim mujtahid. Menurut Ibn al-Qayyim inilah pendapat yang paling tepat, dan inilah pendapat yang diamalkan.

Sumber: I’laam al-Muwaqqi’in ‘an Rabb al-‘Aalamiin, Juz 1 hlm. 36-37.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén