Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Cara Pandang

Salah satu cara pandang yang keliru dan sangat berbahaya adalah menganggap ada seorang manusia -selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang wajib diikuti seluruh perkataan dan pendapatnya. Perkataan dan pendapat-pendapatnya tidak boleh diselisihi sedikit pun. Cara pandang seperti ini adalah cara pandang ahlul bid’ah dan muta’ashshib, dan ia sangat tercela.

Yang seharusnya dilakukan adalah menimbang perkataan dan pendapat orang tersebut dengan al-Qur’an dan as-Sunnah -sesuai manhaj yang lurus-. Jika ia menepati al-Qur’an dan as-Sunnah, maka diikuti, jika ia menyelisihi keduanya, maka ditinggalkan.

Lalu bagaimana jika kita seorang awam, muqallid ‘aammi, yang tak punya kemampuan memahami dalil? Maka silakan bertaqlid kepada ulama tersebut, selama kita tahu bahwa ia memang layak untuk ditaqlidi.

Namun kita harus tetap menyadari bahwa perkataan dan pendapatnya mungkin saja keliru, mungkin saja salah, mungkin saja bertentangan dengan kesepakatan para ulama, bahkan mungkin saja bertentangan dengan nash sharih. Kita tetap mengikuti perkataan dan pendapatnya, hanya karena kita belum tahu bahwa perkataan dan pendapat tersebut keliru. Jika sudah jelas kekeliruannya, maka haram mengikutinya.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Leave a Reply

Theme by Anders Norén