Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fatwa Ulama

Haji dari Gaji Bank Ribawi

Pertanyaan:

Dulu saya bekerja di bank yang tidak Islami dalam rentang waktu yang cukup panjang, dan saya serta istri telah melaksanakan kewajiban Haji. Sekarang saya sudah pindah kerja, dari bank yang tidak Islami ke pekerjaan baru non perbankan. Pertanyaan saya, apakah saya wajib berhaji sekali lagi, karena dulu biaya haji saya berasal dari penghasilan saya dari bank yang tidak Islami?

Jawaban Fadhilatusy Syaikh:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam atas Rasulullah, dan atas keluarga, shahabat serta pengikut beliau. Wa ba’d.

Jika Saudara penanya bekerja di bank ribawi karena ia tidak menemukan pekerjaan lain sebagai penghidupannya, dan ia bekerja di sana karena terdesak kebutuhan hidup, maka adh-dharurat tubihul mahzhurat (keadaan dharurat itu menjadikan hal-hal yang haram diperbolehkan), dan al-hajah tanzilu manzilatadh dharurah (hajat bisa menempati posisi dharurat). Artinya, pekerjaannya di bank ribawi boleh baginya, karena keadaannya tersebut. Demikian pula, jika ia bekerja di bank ribawi karena mengikuti fatwa seorang alim yang terpercaya ilmu dan agamanya, yang membolehkan bekerja di bank ribawi sebagai langkah untuk mendapatkan pengalaman dan keahlian, kemudian setelah itu ia berkhidmah di lembaga keuangan Islam.

Namun, untuk kehati-hatian, saya menyarankan agar Saudara berhaji sekali lagi dari penghasilan yang sepenuhnya halal, karena salah satu syarat haji yang mabrur, biaya hajinya harus berasal dari penghasilan yang halal, tanpa ada syubhat. Dan jelas, harta yang didapatkan dari bekerja di bank ribawi penuh syubhat. Karena itu, agar Saudara tenang dan yakin ibadah Hajinya diterima Allah, sebaiknya menunaikan kembali ibadah Haji untuk kedua kalinya dengan harta yang halal. Semoga Allah ta’ala menerima ibadah Hajinya tersebut, insyaallah.

Fatwa Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi.

Sumber: http://www.al-qaradawi.net/new/Articles-12413

Diterjemahkan secara bebas oleh: Muhammad Abduh Negara

Teks asli:

الحج من مرتب البنك الربوي

السؤال: أنا كنت أعمل في بنك غير إسلامي لمدة طويلة وأديت الفريضة أنا وزوجتي، والآن انتقلت من العمل البنكي غير الإسلامي إلى عمل جديد غير بنكي وسؤالي: هل يتوجب علي أن أحج مرة أخرى باعتباري حججت من دخلي وهو من بنك غير إسلامي أم لا؟

جواب فضيلة الشيخ:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه وبعد،

إذا كان السائل قد عمل في البنك الربوي لأنه لم يجد عملا آخر يتعيش منه، واضطر للعمل فيه، فإن الضرورات تبيح المحظورات، والحاجة تنزل منزلة الضرورة، وبهذا يكون عمله في البنك مباحا له لظروفه الخاصة، وكذلك إذا عمل في البنك بناء على فتوى من عالم ثقة في علمه ودينه بجواز عمله في البنك الربوي مرحليا ليكتسب منه الخبرة، ثم يوظفها بعد ذلك في خدمة المصارف الإسلامية.

وعلى كل حال، من باب الاحتياط، أنا أقترح على الأخ أن يحج مرة أخرى بنفقة طيبة تماما لأن من شروط الحج المبرور أن تكون النفقة طيبة لا شبهة فيها، ولا شك أن المال من بنك ربوي فيه شبهات، فلكي يطمئن الأخ تماما على قبول حجته، يحسن أن يتيح لنفسه الفرصة بأن يحج للمرة الثانية بمال حلال وربنا يتقبل منه إن شاء الله.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Leave a Reply

Theme by Anders Norén