Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fiqih

Hukuman Bagi yang Meninggalkan Shalat

Abu Syuja’ rahimahullah berkata (yang maknanya):

Orang yang meninggalkan shalat itu terbagi dua:

1. Yang meninggalkan shalat karena tidak meyakini kewajibannya, orang seperti ini hukumnya sebagaimana hukum orang yang murtad.

[Syaikh Prof. Dr. Mushthafa Dib al-Bugha menjelaskan bahwa ia dihukumi kafir, mayatnya tidak dimandikan, dishalatkan, dan dikuburkan di pekuburan kaum muslimin]

2. Yang meninggalkan shalat karena malas, sedangkan ia masih meyakini kewajiban shalat tersebut. Orang seperti ini diminta bertaubat. Jika ia mau bertaubat dan melaksanakan shalat, ia dibebaskan. Dan jika ia tidak mau bertaubat, ia dihukum bunuh sebagai had atasnya. Dan ia masih dihukumi sebagaimana kaum muslimin yang lain.

(Syaikh Prof. Dr. Mushthafa Dib al-Bugha menjelaskan maksudnya adalah mayatnya tetap dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikuburkan di pekuburan kaum muslimin, karena ia adalah bagian dari mereka)

Sumber: at-Tadzhib fi Adillah Matn al-Ghayah wa at-Taqrib karya Prof. Dr. Mushthafa Dib al-Bugha, hal 224-225.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén