Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Ushul Fiqih & Qawa'id Fiqhiyyah

Khilaf Ulama Tentang Ijma’ Sukuti

Oleh: Muhammad Abduh Negara

Gambaran Ijma’ Sukuti:

  • Sebagian mujtahid pada suatu masa, mengeluarkan pendapat dalam satu persoalan, kemudian
  • Mujtahid lainnya, di masa tersebut juga, diam terhadap penyampaian pendapat ini, tanpa ada pengingkaran, setelah mereka mengetahui dan menelaah pendapat tersebut.

Apakah ijma’ sukuti ini dianggap sebagai ijma’ atau tidak tidak? Ada 5 pendapat ulama tentang hal ini.

  1. Ijma’ Sukuti bukan termasuk ijma’, juga bukan hujjah. Ini adalah pendapat Asy-Syafi’i, ‘Isa bin Aban, Al-Baqillani, dan kalangan Malikiyyah.
  2. Ijma’ Sukuti merupakan ijma’ dan hujjah yang qath’i. Ini adalah pendapat mayoritas Hanafiyyah dan Imam Ahmad.
  3. Ijma’ Sukuti dianggap sebagai ijma’ setelah berlalunya masa mereka (ketika ahli ijtihad di masa tersebut telah meninggal semua). Hal ini karena berterusannya mereka dalam diam terhadap persoalan ini, hingga kematian mereka, memperkecil peluang kemungkinan mereka tidak setuju terhadap pendapat tersebut. Ini adalah pendapat Abu ‘Ali Al-Jubbaiy.
  4. Ijma’ Sukuti bukan ijma, namun ia hujjah. Ini adalah pendapat Abu Hasyim bin Abi ‘Ali.

Pendapat yang mirip dengan pendapat yang keempat ini adalah pendapat Al-Amidi, bahwa ijma’ sukuti adalah ijma’ yang zhanni dan ia bisa dijadikan hujjah. Pendapat ini didukung oleh Ibn Al-Hajib dalam Mukhtashar-nya, dan Al-Karkhi dari kalangan Hanafiyyah.

  1. Ijma’ Sukuti bukan ijma’, juga bukan hujjah, jika yang mengeluarkan pendapat adalah seorang penguasa. Namun, jika yang menyampaikan pendapatnya bukan penguasa, maka ia ijma’ dan hujjah. Ini adalah pendapat Ibnu Abi Hurairah.

Sumber: Ushul Al-Fiqh Al-Islami, karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, cet. Dar Al-Fikr, Damaskus, Juz 1, Hlm. 526-527.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Leave a Reply

Theme by Anders Norén