Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Lintasan Pikiran

Kita dan Miss World

Budaya Indonesia dan Miss World

Frasa ‘budaya Indonesia’ merupakan frasa yang tidak jelas. Jika yang dimaksud dengan budaya Indonesia ini adalah budaya bangsa yang lahir dari aqidah Islam, dan selaras dengan Syariah, maka Miss World memang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Namun, jika budaya Indonesia yang dimaksud adalah sebagaimana yang dipahami umum saat ini, seperti budaya ‘kemben’ ala Jawiyah, budaya telanjang ala pulau dewata, dan budaya koteka ala ujung timur Indonesia, maka baik Miss World maupun budaya Indonesia sama saja, sama buruknya. Keduanya sama-sama haram menurut Islam.

Televisi Kita dan Miss World

Jika kita sepakat keharaman acara Miss World adalah karena pertunjukan aurat dan kecantikan wanita di hadapan jutaan lelaki, serta promosi hedonisme dan budaya permisif, maka pasca aksi dan opini penolakan agenda Miss World, masih ada tugas yang menunggu kita.

Sadarkah kita, televisi kita setiap hari mempertontonkan sesuatu yang serupa dengan Miss World, walaupun dengan kadar yang berbeda. Berapa banyak sinetron, pertunjukan dan iklan, yang mempertontonkan aurat dan kecantikan wanita. Begitu gencarnya mereka mempertontonkan hedonisme dan budaya permisif. Saking gencarnya, sampai-sampai banyak remaja kita, remajanya umat Islam, membebek kepada mereka. Mereka tak sadar, yang mereka ikuti itu bertentangan 180 derajat dengan diin yang mereka anut.

Cara Berpikir dan Miss World

Cukup banyak yang menolak perhelatan Miss World, banyak juga yang mendukung kegiatan tersebut, padahal yang menolak maupun yang mendukung sama-sama muslim. Mengapa bisa terjadi seperti ini? Apakah Islam tak punya panduan dalam persoalan ini?

Tentu kita tak akan mengatakan Islam tidak punya aturan dalam hal ini. Masalah sebenarnya adalah, sebagian umat Islam menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai asas berpikir dan bertindak, sedangkan sebagian yang lain tidak. Sebagian umat Islam berpikir dan berbuat sesuai panduan Islam, sebagian yang lain tidak.

Sekularisme dan Miss World

Bisa jadi ada yang berkata, menurut Islam mungkin Miss World terlarang, tapi kalau menurut saya boleh-boleh saja. Menurut Islam mungkin peserta acara Miss World mengumbar aurat, tapi menurut saya tidak, itu adalah seni, estetika. Menurut Islam mungkin Miss World mengeksploitasi kecantikan perempuan, tapi menurut saya itu sah-sah saja, hak asasi manusia.

Inilah sekularisme, pandangan yang menafikan diinul Islam dalam kehidupan. Pengusung ide ini berpikir Islam tak perlu ikut campur mengatur tetek-bengek kehidupan mereka. Islam tak perlu ikut campur mengatur cara berpakaian mereka. Islam tak perlu mengatur cara hidup mereka. Di masjid, silakan Islam eksis. Di luar masjid, tak ada ruang untuk Islam.

Aksi Nyata dan Miss World

Aksi artinya gerakan atau tindakan, dan nyata artinya berwujud (lihat kamusbahasaindonesia.org), jadi aksi nyata artinya gerakan atau tindakan yang ada wujudnya. Penolakan terhadap Miss World memerlukan aksi nyata dari umat Islam, bisa berupa aksi turun ke jalan, bisa berupa membuat tulisan opini, bisa berupa membuat forum diskusi, bisa juga ‘hanya’ mengarahkan diskusi di warung kopi. Semuanya adalah aksi nyata, karena ada wujudnya.

Yang tak nyata adalah saat seseorang hanya diam saja. Diminta berbicara, ia memilih diam. Diminta menyatakan penolakan, ia bilang tak punya wewenang untuk menolak. Diminta memimpin aksi, ia tak semangat melakukannya. Yang dilakukannya ini bukanlah aksi nyata.

Selesai.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén