Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Mengapa Umat Islam Begitu Lemah?

Rencana pembakaran Al-Qur’an di Amerika Serikat semakin dekat. Aksi yang dinamakan “Hari Pembakaran Al-Qur’an Internasional” ini meski banyak dikecam, namun kelompok pencetus aksi ini seperti tak bergeming dengan berbagai kecaman tersebut. Hal ini, saya lihat disebabkan oleh beberapa faktor:

1.  Lemahnya posisi Islam dan umat Islam (termasuk negara-negara berpenduduk mayoritas muslim) di dunia internasional. Frase “dunia internasional” yang kita pahami sebagai kapitalisme global yang dipimpin oleh AS, saat ini begitu kuat mencengkeram negeri-negeri muslim sehingga tak ada aksi signifikan yang bisa dilakukan oleh umat Islam ketika agama mereka dihina dan dinista. Bahkan, para penguasa negeri-negeri muslim seperti “pemuda kurus dan tak berdaya” yang tak mampu memberikan perlawanan sedikit pun terhadap penghinaan agama Islam, semisal aksi pembakaran al-Qur’an tanggal 11 September ini.

2.  Aksi pembakaran al-Qur’an ini merupakan bukti nyata absurd-nya demokrasi dalam memberikan keadilan bagi umat manusia. Demokrasi hanya akan bersikap adil, jika kepentingan para tuan kapitalis terusik, namun jika darah umat Islam yang tertumpahkan, para pembela demokrasi tak akan peduli. Ambil contoh bagaimana sikap pemerintah AS terhadap rencana aksi pembakaran al-Qur’an di negara mereka. Walaupun mengecam, mereka menyatakan tak akan menghentikan aksi tersebut karena konstitusi mereka (demokrasi?) membela hak berekspresi bagi semua orang.

3.  Kuatnya kampanye War On Terrorism (WOT), yang berpijak pada asumsi keliru bahwa Islam sebagai ideologi adalah akar dari terorisme. Kampanye yang mendunia, bahkan menjadi agenda penting pemerintah RI, ini menghasilkan berbagai tindakan kontradiktif, naif dan sangat tidak menjunjung rasa keadilan. Demi mensukseskan kampanye ini, Densus 88 menangkap ust. Abu Bakar Ba’asyir dengan tuduhan terlibat aksi terorisme tanpa bukti yang kuat. Namun, ketika banyak kelompok penista Islam (seperti Ahmadiyah, Kristen Ekstrim yang merencanakan membakar al-Qur’an, termasuk negara-negara yang terlibat invasi Irak dan Afghanistan) melakukan aksinya, para pendukung WOT diam saja bahkan cenderung mengaminkan aksi mereka. Faktanya, kampanye War On Terrorism menginginkan sebuah tatanan dunia baru di mana hanya ideologi kapitalisme sekuler yang bisa hidup, dibawah pimpinan AS dan sekutu-sekutu mereka. Tidak ada kesempatan bagi setiap orang yang menginginkan diterapkannya Syariah Islam.

4.  Tidak adanya yang bertindak sebagai junnah (pelindung) bagi umat Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Imam (pemimpin umat Islam) merupakanjunnah (pelindung), di mana umat Islam akan berperang dibelakangnya dan berlindung dengannya. Makna dari hadits ini adalah, khalifah (imam) akan menjadi pelindung umat Islam sehingga umat Islam memiliki ‘izzah (kemuliaan), tak bisa dihinakan apalagi dinistakan oleh musuh-musuh Islam. Secara fakta, khalifah al-Mu’tashim pernah menyerang salah satu daerah Romawi karena ada di antara mereka yang mencoba melecehkan seorang muslimah. Akhirnya, daerah tersebut berhasil ditaklukkan. Sulthan ‘Abdul Hamid II pernah memberikan ancaman serius kepada Inggris dan Perancis untuk membatalkan rencana salah satu kelompok yang ingin mengadakan kabaret yang berisi penghinaan kepada Rasulullah. Akhirnya Inggris dan Perancis membatalkan kabaret tersebut. Silakan bandingkan dengan apa yang bisa dilakukan para penguasa negeri-negeri muslim sekarang.

Sekarang, kita bisa memilih, apakah kita akan tetap menjadi pendukung demokrasi dan kampanye anti terorisme yang sebenarnya merupakan agenda musuh-musuh Islam untuk menguasai dunia, atau berjuang mengembalikan kemuliaan umat Islam dengan hadirnya kembali Imam bagi umat Islam sedunia.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén