Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fawaid Fiqhiyyah

Ringkasan Hukum Tashwir (Membuat Gambar) Menurut Hizbut Tahrir

Oleh: Abu Furqan Al-Banjari

Berikut ringkasannya:

1. Diharamkan menggambar sesuatu yang memiliki ruh, seperti manusia, hewan dan burung.

2. Boleh menggambar sesuatu yang tidak memiliki ruh, seperti pepohonan, gunung, bunga, dll.

3. Keharaman poin 1 di atas untuk semua media tempat menggambar. Jadi menggambar di kertas, kulit, kain, dll semuanya haram.

4. Gambar (sebagaimana poin 1) semuanya haram, baik ia punya bayangan (3 dimensi) atau tidak punya bayangan (2 dimensi).

5. Gambar (sebagaimana poin 1) semuanya haram, baik gambar itu utuh sempurna, maupun hanya sebagian saja. Berarti (yang saya pahami) sekedar gambar kepala sampai dada tanpa kaki pun juga haram.

6. Gambar fotografi (dengan kamera dan semisalnya) mubah hukumnya.

7. Menampilkan (memajang) gambar (seperti di poin 1) di tempat ibadah, seperti masjid dan musholla hukumnya haram.

8. Menampilkan (memajang) gambar (seperti di poin 1) di selain tempat ibadah, yang gambar tersebut gambar 2 dimensi dan tempat tersebut adalah tempat yang terhormat, hukumnya makruh.

9. Menampilkan (memajang) gambar (seperti di poin 1) di selain tempat ibadah, yang gambar tersebut gambar 2 dimensi, namun tempat tersebut bukan tempat yang terhormat, hukumnya boleh.

10. Menampilkan (memajang) gambar (seperti di poin 1) di selain tempat ibadah, yang gambar tersebut gambar yang memiliki bayangan (3 dimensi) seperti patung, hukumnya haram.

11. Untuk poin ke-10, dikecualikan boneka yang dimainkan anak-anak. Boneka anak-anak hukumnya mubah.

Sumber: asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 2, terbitan dan sekaligus kitab resmi Hizbut Tahrir.

Pertanyaan saya:
1. Bagaimana dengan ‘kartun ideologis’ yang dibuat dan di-share di jejaring sosial seperti Facebook?
2. Bagaimana dengan boneka yang jadi pajangan rumah atau digunakan oleh orang dewasa, bukan mainan anak-anak?

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

1 Comment

  1. Info:

    Tulisan ini saya muat awal di facebook, kemudian saya masukkan di blog ini. Ini saya tulis saat masih menjadi anggota Hizbut Tahrir.

    Meski saat ini saya sudah keluar dari Hizbut Tahrir, tapi tulisan ini tetap saya biarkan, sebagai faidah dalam bahasan fiqih.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén