Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Selalu Tunduk Patuh Pada Perintah Allah dan Rasul-Nya

Seorang muslim sejati adalah seseorang yang selalu berusaha menyelaraskan sikap, perilaku dan pola pikirnya dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ءامن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون ، كل ءامن بالله وملئكته وكتبه ورسله ، وقالوا سمعنا وأطعنا ، غفرانك ربنا وإليك المصير

Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.’” (QS. Al-Baqarah [2]: 285)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah di kitab tafsir beliau menjelaskan bahwa makna sami’naa wa atha’naa (kami dengar dan kami taat) adalah ‘kami mendengar firman-Mu wahai Tuhan kami, kami memahaminya, mendirikannya dan menyesuaikan perbuatan kami dengan ketetapan firman-Mu tersebut’.

Tunduk patuh atau taat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

من يطع الرسول فقد أطاع الله

Artinya: “Dan barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya dia telah mentaati Allah.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 80)

وما ءاتـكم الرسول فخذوه وما نهـكم عنه فانتهوا

Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka ambillah. Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)

وأطيعوا الله والرسول لعلكم ترحمون

Artinya: “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 132)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله

Artinya: “Siapa yang mentaatiku, berarti ia mentaati Allah. Dan siapa yang membangkangku, berarti ia membangkang Allah.” (HR. Bukhari [2737, 6604) & Muslim [3417, 3418])

Akhirnya, semoga kita bersedia tunduk dan patuh kepada Allah ta’ala sepenuhnya. Wallahul muwaffiq ilaa aqwaamith thariq.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/

Disclaimer: http://www.abufurqan.net/disclaimer/

Abu Furqan Al-Banjari

Abu Furqan Al-Banjari

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Direktur Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin & Direktur Madrasah Fiqih Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjari

Comments are Closed

Theme by Anders Norén