Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Tafsir Al-Qur'an

Tidak Mengikuti Jalan Yahudi dan Nasrani

Setiap shalat, kita tentu membaca surah al-Fatihah, dan di ujung surah tersebut, kita selalu meminta kepada Allah ta’ala agar diberi petunjuk ke ‘jalan yang lurus’, dan tidak ke jalan al-maghdhub ‘alaihim (yang dimurkai), dan bukan pula jalan adh-dhaalliin (yang tersesat). Namun, tahukah Anda siapa yang dimaksud dengan ‘yang dimurkai’ dan ‘yang tersesat’ tersebut?

Imam al-Hafizh Ibnu Katsir, dalam kitab tafsir beliau, menyatakan bahwa ‘yang dimurkai’ itu adalah orang-orang yang memiliki ilmu (mengetahui kebenaran) tapi mereka meninggalkan kebenaran tersebut, dan mereka adalah orang-orang Yahudi.

Sedangkan ‘yang tersesat’ adalah orang-orang yang ingin mencapai sesuatu, namun mereka tidak mengetahui jalan untuk mencapainya, dan mereka adalah orang-orang Nasrani.

Yahudi memiliki ilmu tapi tak mengamalkan ilmunya, sedangkan Nasrani beramal tanpa ilmu. Keduanya adalah jalan yang harus dihindari oleh setiap muslim. Namun anehnya, di masa sekarang banyak muslim yang mengikuti jalannya Yahudi dan Nasrani. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Rujukan: Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir, tafsir surah al-Fatihah ayat ke-7.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Comments are Closed

Theme by Anders Norén