Blog Abu Furqan

Meniti Jalan Para Ulama

Fikrah

Unzhur Ilaa Maa Qaala wa Laa Tanzhur Ilaa Man Qaala

Unzhur ilaa maa qaala wa laa tanzhur ilaa man qaala, ucapan yang dinisbatkan kepada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu ini sering digunakan secara serampangan, hingga makna sebenarnya lepas dari genggaman.

Misal, ketika dinyatakan bahwa dalam Islam ada konsep otoritas, yang berhak bicara persoalan-persoalan rinci dan mendalam dalam Islam hanyalah para ulama, karena merekalah ahlul ‘ilmi, pewaris ilmunya para Nabi. Pernyataan ini disampaikan ketika melihat sebagian orang awam menyibukkan diri dalam pembahasan (bahkan perdebatan) hal-hal yang rinci dan mendalam dalam agama, padahal itu bukan hak mereka. Kemudian ada yang menimpali, ‘lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan’.

Mereka membawa perkataan hikmah ‘unzhur ilaa maa qaala wa laa tanzhur ilaa man qaala’ ini pada kesimpulan, setiap orang berhak berbicara hal-hal yang rinci dan mendalam dalam persoalan agama, dan tak boleh ada yang melarangnya. Benarkah hal ini?

Para ahli ilmu menjelaskan bahwa ungkapan ini makna sebenarnya adalah, terlarangnya ta’ashshub kepada tokoh tertentu, hingga setiap perkataannya pasti haq di hadapannya, dan perkataan selainnya yang bertentangan pasti batil. Para muta’ashshib biasanya meletakkan kebenaran pada tokoh, dan ini adalah sebuah kekeliruan besar.

Ungkapan unzhur ilaa maa qaala wa laa tanzhur ilaa man qaala, bisa dikatakan maknanya adalah lihatlah kebenaran dari kebenaran itu sendiri, bukan dari tokoh yang membawanya. Dan kebenaran dalam Islam adalah apa yang sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Jika suatu perkataaan/pendapat sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, maka itulah kebenaran, walaupun yang membawanya bukan tokoh yang kita kagumi.

Bagaimana cara mengetahui suatu pendapat sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah atau tidak? Jawabannya adalah dengan ilmu. Yang bisa menimbang sesuatu sesuai al-Qur’an dan as-Sunnah atau tidak, terutama dalam hal-hal yang rinci dan mendalam adalah ahli ilmu, bukan semua orang, bukan pekerjaan orang awam.

Jika Anda menyukai tulisan ini, silakan bagikan melalui social media seperti facebook, twitter dan lainnya. Anda juga boleh menyalin isi tulisan ini ke website atau blog pribadi, tanpa perlu izin khusus, selama tetap mencantumkan nama penulis aslinya dan alamat blog ini.

Mohon doakan juga kebaikan bagi penulis dan keluarga di dunia dan akhirat, serta ditambahkan ilmu, dilapangkan rezeki dan dimudahkan seluruh urusannya.

Tentang Kami: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Abu Furqan Al-Banjary

Dikenal juga dengan nama "Muhammad Abduh Negara". Pimpinan Ma'had Al-Mubarak Banjarmasin. Profil lengkap bisa baca di: http://www.abufurqan.net/tentang-kami/
Abu Furqan Al-Banjary

Leave a Reply

Theme by Anders Norén